Tanggal 17 Agustus dikenal sebagai hari kemerdekaan negara republik indonesia. umumnya diperingati dengan bermacam cara, diantaranya :
1. Upacara Bendera.
umumnya dilakukan di instansi negara, kantor pemerintah, BUMN (Perusahaan Negara), Bank Syariah, Bank Negara, Kepolisian, Tentara, Departemen dan Sekolah2 Negeri.
Hal ini dilakukan agar mengenang kembali masa2 lalu, masa perjuangan ketika Presiden RI Pertama kali yaitu Ir. Soekarno berusaha untuk memerdekakan Negara yg saat itu kondisinya sedang & masih dijajah oleh Jepang.
karena saat itu bertepatan dengan Jepang di bom Nuklir oleh Amerika di 2 Kota nya yaitu Hiroshima & Nagasaki, sehingga mengakibatkan Jepang menderita trauma yg cukup besar atas ambisi nya untuk menguasai & menjajah banyak negara2 kecil.
akibatnya jepang pun menyerah tanpa syarat kepada sekutu (Amerika Serikat) dan otomatis kalah perang.
oleh karenanya menjadi kesempatan yg sangat berharga bagi para pemimpin untuk segera memproklamirkan kemerdekaan yang sudah ditunggu-tunggu selama berabad-abad.
jika tidak, maka mungkin sampai sekarang kita masih akan dijajah oleh Jepang.
2. Pasang Bendera di setiap Rumah.
hal ini wajib dilakukan di semua rumah yg berada di negara R.I. jika tidak dilakukan maka akan bisa dimarahi / dianggap makar.
3. Perlombaan di lingkungan RT/RW.
biasanya di perkampungan atau lingkungan2 yg masih akrab antar tiap warganya. dahulu di lingkungan RT (Gang Rumah) saya pun masih sering dilakukan, namun sekarang ini entah mengapa, entah sejak tahun berapa, tradisi meriah tersebut sudah mulai hilang, entah mengapa.
Mungkin karena warganya sudah semakin Individualistis alias kurang/malas bergaul antar sesama tetangganya.
Tradisi perlombaan 17Agustusan memang bisa jadi merupakan kegiatan yg cukup meriah dan cukup seru, karena bisa memupuk rasa kebersamaan antar tiap warga juga bisa sebagai ajang memupuk sikap toleransi & gotong royong , tenggang rasa antar tiap sesama warga.
Memang untuk mengadakan acara tersebut, perlu adanya panitia/pengurus misalnya ketua R.T, wakil, bendahara, seksi sibuk, dkk. Yang mana di lingkungan perumahan saya, sepertinya sudah semakin tidak jelas karena kesibukan masing-masing individu.
jika dulu sewaktu saya masih kecil (umur sekitar 6-9 tahunan) yaitu semasa kanak-kanak, masih sekolah SD , maka tiap 17tahunan akan diadakan perlombaan seru seperti lomba balap karung, makan kerupuk, main kelereng, dan yg paling seru yaitu lomba tarik tambang. dan pastinya pada malam harinya ada Karaokean lagu Poco-Poco.
Namun seiring berjalannya waktu, tahun demi tahun berlalu, maka orang pun semakin tua, maka tardisi acara tersebut semakin punah alias hilang,, warga di gang perumahan saya sepertinya semakin individualistis alias acuh/tak perduli lagi dengan tetangganya, urusan masing-masing, apalagi dengan makin banyaknya rumah yg dijadikan kontrakan, kost-kost an. maka semakin tidak mengenal antara warga lama & baru,,
kalau menurut saya pribadi, hari kemerdekaan bangsa ini pun tidak begitu berarti banyak, yg pasti saya bersyukur karena tanggal merah yg mana merupakan hari libur nasional saja jadinya bisa istirahat seharian.
Mengapa kurang berarti ? cukup banyak alasannya diantaranya :
Indonesia masih memiliki banyak berbagai masalah yang tidak selesai-selesai dari dulu sampai sekarang ini. Misalnya :
1. Hutang Negara.
yang mana sangat besar dan semakin bertambah banyak , karena berbagai kebijakan yg terlalu over, misalnya pembangunan infrastruktur besar2an seperti jalan toll, kereta cepat, dan yg paling hangat saat ini adalah IKN (Ibu Kota Negara) akan dipindah ke Pulau Kalimantan, yg mana tentunya akan memakan biaya yg sangat besar.
2. Anggaran untuk Pandemi COVID-19 yg cukup besar. yg mana cukup banyak memakan APBN tahun 2020-2022 kemarin.
3. Berita politik semakin panas, dengan berbagai isu , hoax yg tidak jelas. yg mana selalu di-blow-up oleh media yg dibilang kredibel seperti Detik, Kompas, dll.
4. Isu lingkungan hidup mulai mencuat yaitu masalah polusi udara di ibukota negara saat ini yaitu kota Jakarta yg semakin tinggi tingkat polusinya alias semakin membahayakan.
5. Pajak yg dinaikan alias semakin tinggi. yaitu dari 10% naik ke 11% dan sekarang ada lagi pajak Natura, entah apalagi ke depannya.
6. Persoalan kaum minoritas & mayoritas yg tidak seimbang. misalnya saat terjadi keributan, perselisihan maka bagi kaum/suku minoritas misalnya chines, akan cenderung mengalami kekalahan / dianggap bersalah.
7. masih terlalu kolot / kuno nya cara berpikir para petinggi negara kita, dalam hal ini dunia kriminalitas tentunya atau hukum / UU yg masih sangat terlalu kuno jadinya kacau & terasa sangat tidak adil.
misalnya hukuman bagi para koruptor yg jelas2 sudah sangat merugikan negara & banyak orang malah terlalu ringan.
Sementara hukuman bagi para pemakai/pengguna Narkoba malah termasuk tinggi . Apalagi hukuman bagi pengedar, bandar terlalu amat sangat kejam & tidak ber pri kemanusiaan.
padahal narkoba itu hanya merusak diri sendiri saja.
lalu harusnya tanaman yg merupakan ciptaan Tuhan & jelas2 tidak salah , malah dianggap berbahaya sehingga harus dimusnahkan, dan memiliki serta merawatnya malah dijadikan penjahat.
Dalam hal ini yaitu Ganja/Mariyuana, yg mana sudah dikeluarkan dari daftar Narkotika oleh PBB sejak tahun 2019 lalu, dan sudah banyak negara2 yg sudah membebaskan dari jeratan hukum, misalnya Korea Selatan, dan terutama Thailand namun parahnya di Indonesia ini masih dianggap mematikan /haram.
Padahal sudah jelas2 bahwa tumbuhan ganja memiliki sangat banyak manfaat positif dibanding negatifnya diantaranya :
keuntungan :
1. meningkatkan taraf hidup petani.
2. tanaman ganja bisa menjadi pengusir hama.
3. bisa diolah menjadi obat hebat. karena kandungan CBD nya, misal obat berbagai penyakit degeneratif, seperti diabetes, cancer, dll.
4. bisa mengurangi polusi udara, karena menyerap radikal bebas.
5. seratnya sangat kuat bisa menjadi komoditas industri., bisa juga diolah menjadi kertas yg bagus.
6. tidak begitu membutuhkan banyak air.
7. indonesia yg beriklim tropis dengan banyaknya pegunungan akan berpotensi menghasilkan komoditi yg bagus.
8. bisa menjadi obat tradisional herbal, yg gratis.
9. mengurangi ketergantungan dengan dokter, obat2 farmasi, rumah sakit, bisa mengurangi anggaran negara utk. BPJS.
10. mengurangi tingkat kriminal, karena efek menenangkan, membuat bahagia, menurunkan amarah/emosi, dll
11. pemasukan besar bagi negara, apalagi jika laku diexport. apalagi ganja indonesia sudah terkenal kualitasnya.
kerugian :
1. bisa membuat orang pada teler, malas, jadi kurang produktif.
2. bisa merugikan dunia farmasi, khususnya pabrik obat, dokter, rumah sakit, dll.
3. mengurangi fungsi / beban penegak hukum, karena berkurangnya tingkat kriminalitas.
dan mengapa ganja masih dianggap narkotika golongan 1 oleh BNN & Polisi & Negara.
Karena mereka terlalu takut jika ganja dibebaskan, maka akan malah merugikan banyak pihak, yg pasti dunia medis akan berkurang keuntungannya, juga polisi akan berkurang kerjaannya.
Indon malah mengikuti Negara Singapura yg sangat amat ketat & kejam dengan Narkotika.
masalah yg sudah beres adalah hanya sudah berakhirnya Pandemi Covid-19, jadinya kehidupan sudah normal lagi, yg mana covid hanyalah dianggap sebagai sakit infeksi pernafasan ringan seperti flu, batuk, radang tenggorokan biasa.
seharusnya arti dari kemerdekaan ini, artinya kita merdeka mau mengkonsumsi, menanam tumbuhan apa pun di rumah kita sendiri, apalagi tujuannya baik dan tidak merugikan orang lain. Namun sayangnya di indonesia ini masih terlalu banyak orang2 yg terlalu kepo (ingin tahu) dan malah cenderung sok suci, bisanya hanya melihat sisi buruknya saja, kekurangan, kejahatan orang lain.
jadi menurut saya tidak ada yg spesial dari hari kemerdekaan R.I ini, karena begitu banyaknya kebobrokan bangsa & negara ini yang disebabkan oleh para petinggi khususnya pejabat negara pembuat Undang-undang, serta pihak yg berkuasa.
No comments:
Post a Comment